Loading
X
Selamat Datang di Portal Resmi Kecamatan Ngraho Bojonegoro © 2014
Produk Kreatif Ngraho Jejakkan Kaki di Bumi Mojopahit

Nama ajangnya adalah Pameran dalam rangkaian Hari Bakti Rimbawan ke-36 tahun 2019. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Ikatan Rimbawan Jawa timur itu menjadi ekspose kepada pihak luar akan keberadaan titik pengembangan industri kreatif berbasis masyarakat akar rumput (grassroot)  yang ada di Wilayah Kecamatan  Ngraho Kabupaten Bojonegoro.

Event pameran yang berlangsung di Taman Hutan Rakyat (Tahura)  Raden Soerjo Pacet,  Mojokerto pada Selasa,  26 Maret 2019 menyediakan stand untuk Kecamatan Ngraho karena memiliki dan mengembangkan industri kreatif berbahan dasar tanaman hutan. Dengan fasilitasi UPT Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Timur Wilayah IV nganjuk,  dalam kegiatan yang bertema "Hutan Untuk Kesejahteraan Rakyat dan Lingkungan Sehat" itu,  berdiri stand Kecamatan Ngraho yang berisikan industri kerajinan bambu dari kelompok pengrajin "Bambu Lestari" Desa Sugihwaras dan industi kreatif kelor dari Kelompok Tani Hutan (KTH) "Sumber Mulyo" Desa Sumberarum Kecamatan Ngraho.

Dalam pameran yang berlangsung sehari itu, Ir.  J Dewi Putriatni,  M. Si,  Kepala Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Timur berkenan menahbiskan kedua kedua jenis industri kreatif tersebut sebagai produk unggulan Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Timur.  "Kami akan perintahkan staf untuk membantu usaha pembudidayaan kelor ini,  karena merupakan unggulan dinas kami", demikian janji Kepala Dinas.

Dalam ajang yang dihadiri para pemangku kepentingan,  perusahaan dan masyarakat pemerhati kelestarian hutan dan lingkungan tersebut banyak hal positif yang diperoleh kedua kelompok di Kecamatan Ngraho tersebut.  Selain membuka akses informasi,  perluasan jaringan pasar dan penjualan,  khususnya kelompok pengembang kelor potensial menjalin hubungan kemitraan dengan banyak pihak.

Taufiq (30) pelaku industri kreatif Sumberarum menyampaikan bahwa ada kemungkinan direktur salah satu BUMN di Jawa Timur akan belajar pembudidayaan kelor (morienga oleifera lam)  di Sumberarum yang pengetahuan tersebut akan dipergunakan untuk menghijaukan lahan bekas penambangan.